[Review] Membongkar Isi Nokia 6, Ponsel Android Terbaru dari Nokia

Selamat datang di dunia Android, NOKIA! Setelah berkelana dengan beragam perusahaan dan beragam sistem operasi, akhirnya bersama HMD Global engkau berlabuh juga di robot hijau. Tentunya Nokia Loverspun penasaran untuk bernostalgia dengan merk legendaris ini. Sekali launching di bulan Februari lalu, langsung 3 perangkat android ditawarkan kepada khalayak. 

Belum lagi kelahiran kembali handphone klasik Nokia 3310 Reborn yang bisa jadi membangkitkan sisi romantisme pada orang-orang jaman dulu, termasuk saya. Sepertinya Nokia memang sudah sangat siap dan serius untuk bangkit sekaligus bersaing di pertarungan bebas arena Android yang mana pesertanya sudah banyak yang berdarah-darah.

Ada tiga model HP Nokia berbasis Android yang tersedia di pasaran saat ini, yaitu Nokia 3, Nokia 5, dan sang Flagship yaitu Nokia 6. Dilihat secara spesifikasi dan harga (Nokia 3= 139 Euro, Nokia 5= 189, Nokia 6= 229) yang berkisar antara 2 juta – 3,5 juta rupiah, terlihat bahwa Nokia Android untuk saat ini hanya bermain di level menengah saja. 

Berhembus kabar bahwa akan segera diluncurkan Nokia 8 untuk membidik kelas yang lebih atas. Memiliki fitur wow yang kabarnya lensa kamera andalan seri Lumia, yaitu PureView Carl Zeiss akan disematkan di seri tertinggi tersebut. Memang wow.. Tapi se-wow apapun itu kalau masih menjadi rumor, artinya kita masih harus menunggu. Jangan terlalu over expectation supaya tidak terlalu kaget seperti Nokia 3310 Reborn. 

Sebelum peluncuran, di dunia maya beredar beragam isu mengenai fitur-fitur baru yang disematkan pada HP seri klasik tersebut, diantaranya yaitu: OS Android dan kamera resolusi tinggi. Tapi faktanya hp tersebut memang layaknya hp zaman awal milenium saja, GSM only, dengan ditambah kamera 2MP di belakangnya, terlepas dari kemampuan batrei yang sanggup standby hingga 1 bulan kabarnya.

Kembali ke seri Nokia Android. Setelah berkesempatan mendapatkan Nokia 6 di Tiongkok beberapa waktu lalu dengan harga RMB 1699 (kurs per hari ini sekitar RMB 1 = Rp. 1998,-) kini tiba saatnya untuk melakukan review sederhana. Ada 5 fokus yang akan dibahas dalam artikel singkat ini, yaitu:

  1. Unboxing
  2. Penampilan 
  3. Spesifikasi
  4. Benchmark
  5. Kamera

1. Unboxing

Box pembungkus Nokia 6 nampak lebih lebar jika dibandingkan dengan iPhone dan HP sejenis. Di dalamnya terdapat ponsel (tentu saja) beserta perangkat pendukungnya, seperti earphone, kabel + charger, sim card ejector, dan buku manual juga kartu garansi. Karena saya belinya di Tiongkok, jadi buku manualnya full berbahasa mandarin. Puyeng juga… Secara umum, perlengkapan yang disertakan di paket ini sama seperti handphone lain. Bedanya kalau perlengkapan iPhone berwarna serba putih, pada Nokia 6 ini semua berwarna hitam.

Nokia 6. Dokumentasi pribadi

Nokia 6. Dokumentasi pribadi

Penampilan depannya lumayan elegan. Dokumentasi pribadi

Penampilan depannya lumayan elegan. Dokumentasi pribadi

2. Penampilan

Kesan pertama ketika melihat dan memegang gadget baru ini adalah terasa sekali PREMIUM-nya. Bahan metal, layar 5.5 inch dengan efek 2.5D di tepinya menambah kesan berkelas pada perangkat serba hitam ini. Logo Nokia tampak elegan di bagian depan (pojok kanan atas) dan di bagian belakang tepatnya di bawah kamera. 

Sayangnya ketika menengok ke bagian belakang handphone, terlihat jelas bekas-bekas sidik jari yang tentunya mengurangi kecantikan jika digunakan tanpa cover tambahan. Jadi, saran pertama bagi pengguna atau calon pembeli Nokia 6 adalah siapkan casing tambahan, khususnya untuk bagian belakang Nokia Anda.

Melihat di sekeliling Nokia 6, cukup simple seperti kebanyakan handphone-handphone Android lain. Hanya memiliki 3 tombol di tepi, yaitu tombol power, volume naik dan turun. Ketiganya diletakkan di sisi yang sama, tepatnya di sisi kanan. Nokia memilih untuk meletakkan fitur fingerprint di bagian depan (tombol utama), tidak seperti beberapa kompetitornya seperti xiaomi yang meletakkannya di bagian belakang dekat kamera. 

Jika di bagian atas terdapat lubang earphone, maka di bagian bawah seperti pada umumnya, terdapat lubang untuk mengisi ulang batrei. Sayangnya Nokia belum membenamkan USB tipe C yang anti selip, maksudnya dibolak-balik masangnya sama saja, supaya ramah bagi orang tua dan anak kecil khususnya.

Tombol power dan volume ada di sisi yang sama

Tombol power dan volume ada di sisi yang sama

USB Micro-B

USB Micro-B

Bagian belakangnya rawan cap sidik jari

Bagian belakangnya rawan cap sidik jari

3. Spesifikasi

Berhubung seri 6 merupakan gadget kelas tertinggi Nokia pada peluncuran pertamanya, maka tentu saja spesifikasi yang dibenamkan melebihi kawan-kawan satu angkatannya. Dibekali dengan persenjataan canggih seperti processor 8 Core dari Qualcomm membuat kinerja Nokia 6 cukup tangguh untuk berbagai keperluan, apalagi ditunjang dengan RAM 4GB (khusus untuk Nokia 6 dengan memory 64GB). Sayangnya jenis processor yang disematkan Nokia ini bukanlah yang paling kencang. 

Masih kalah dengan sang competitor Redmi Note 4X keluaran dari Xiaomi yang harganya jauh lebih murah dibanding Nokia 6. Sebagai informasi, Redmi Note 4X menggunakan Snapdragon 625 octa core 2 GHz, sedangkan Nokia 6 menggunakan Snapdragon 430 octa core 1,4 GHz. Cukup signifikan bedanya. Walaupun demikian, untuk pengguna biasa atau sekedar untuk keperluan sehari-hari, maka pilihan processor ini sudah cukup sempurna. Kecuali jika Anda masuk kategori “power user”, rasanya perlu dipertimbangkan lagi masak-masak apakah membeli Nokia 6 atau merk lain.

RAM 4GB tidak bisa dikatakan sangat besar untuk saat ini. Handphone-handphone kelas menengah ke atas umumnya sudah membenamkan RAM diatas 3GB. Yang lebih penting adalah storage atau ruang penyimpanan. Jika iPhone dan beberapa merk hp lain tidak menyediakan slot MicroSD untuk perluasan storage, Nokia menyediakannya. Sayangnya, slot ini merupakan pilihan antara digunakan untuk dual sim card atau single sim card + Micro SD. Ya, letak slot MicroSDnya bertumpukan dengan slot sim card ke dua. Jadi harus milih salah satu.

Kapasitas Baterai dari Nokia 6 sebetulnya tidak terlalu besar, yaitu hanya 3000mAh. Beruntung, dengan dibekali snapdragon 430 maka konsumsi dayanya menjadi sangat efisien. Untuk keadaan standby saja bisa sampai 1 bulan, telfon bisa 18 jam non stop (info tersebut disadur dari gsmarena.com dan phonemore.com, karena saya belinya belum ada 1 bulan jadi belum bisa diuji coba secara penuh). Di balik kejadian pasti ada hikmahnya. 

Prosesor yang diusung Nokia 6 memang tidak sekencang sang kompetitor, tapi gadget ini memiliki performa yang sangat hemat energy hingga diklaim bisa standby dalam keadaan 3G selama 768 jam. Ada andil dari snapdragon 430 di sini. Jangan lupa, batreinya pun hanya 3000mAh. Lebih kecil daripada para kompetitor yang dijual dengan harga lebih murah, seperti Redmi 4X (4100mAh) dan Redmi Note 4X (4100mAh).

Yang tidak kalah penting juga dibanding fitur-fitur di atas adalah keberadaan Loud Speaker yang mumpuni. Bagi Anda yang senang mendengarkan musik tanpa headset/earphone, maka Nokia 6 bisa menjadi pilihan yang tepat. Di dalam gadget ini tersemat teknologi Dolby Atmos dengan dua speaker dan smart amplifier. Sulit untuk menjelaskan kualitasnya dalam tulisan ini. Lebih baik coba dibayangkan sendiri saja, jika Anda mampu. Jika tidak mampu, sebaiknya langsung cari toko Nokia, dan rasakan langsung suaranya yang sangat OK. 😀

Oiya, mengenai user interfacenya, tidak ada pilihan lain selain menggunakan bulat-bulat warna biru. Kalaupun memang ingin menggantinya, masih bisa mengunduh aplikasi theme dan mengcustomizenya sesuai keinginan kita.

4. Kamera

Sebelum Nokia 6 dirilis, sebenarnya secara pribadi saya berharap teknologi PureView yang sempat ada pada seri Lumia disematkan di handset baru ini. Tapi ternyata tidak. Dengan penuh rasa penasaran akan kualitas kamera yang ada pada Nokia kategori Flagship ini, langsung saja saya coba dan bandingkan dengan hasil dari kamera beberapa handphone yang ada di sini. Mohon maaf jika masih menggunakan iPhone 5S bukannya iPhone 7 sebagai pembanding, karena adanya itu

Leave a Reply